Archive

Archive for the ‘Arikel Islam’ Category

Hubungan Hadis dan Al-Quran

March 2, 2010 3 comments

oleh Dr. M. Quraish Shihab

Al-hadits didefinisikan oleh pada umumnya ulama –seperti definisi Al-Sunnah– sebagai “Segala sesuatu yang dinisbahkan kepada Muhammad saw., baik ucapan, perbuatan dan taqrir (ketetapan), maupun sifat fisik dan psikis, baik sebelum beliau menjadi nabi maupun sesudahnya.” Ulama ushul fiqh, membatasi pengertian hadis hanya pada “ucapan-ucapan Nabi Muhammad saw. yang berkaitan dengan hukum”; sedangkan bila mencakup pula perbuatan dan taqrir beliau yang berkaitan dengan hukum, maka ketiga hal ini mereka namai Al-Sunnah. Pengertian hadis seperti yang dikemukakan oleh ulama ushul tersebut, dapat dikatakan sebagai bagian dari wahyu Allah SWT yang tidak berbeda dari segi kewajiban menaatinya dengan ketetapan-ketetapan hukum yang bersumber dari wahyu Al-Quran.

Sementara itu, ulama tafsir mengamati bahwa perintah taat kepada Allah dan Rasul-Nya yang ditemukan dalam Al-Quran dikemukakan dengan dua redaksi berbeda. Pertama adalah Athi’u Allah wa al-rasul, dan kedua adalah Athi’u Allah wa athi’u al-rasul. Perintah pertama mencakup kewajiban taat kepada beliau dalam hal-hal yang sejalan dengan perintah Allah SWT; karena itu, redaksi tersebut mencukupkan sekali saja penggunaan kata athi’u. Perintah kedua mencakup kewajiban taat kepada beliau walaupun dalam hal-hal yang tidak disebut secara eksplisit oleh Allah SWT dalam Al-Quran, bahkan kewajiban taat kepada Nabi tersebut mungkin harus dilakukan terlebih dahulu –dalam kondisi tertentu– walaupun ketika sedang melaksanakan perintah Allah SWT, sebagaimana diisyaratkan oleh kasus Ubay ibn Ka’ab yang ketika sedang shalat dipanggil oleh Rasul saw. Itu sebabnya dalam redaksi kedua di atas, kata athi’u diulang dua kali, dan atas dasar ini pula perintah taat kepada Ulu Al-’Amr tidak dibarengi dengan kata athi’u karena ketaatan terhadap mereka tidak berdiri sendiri, tetapi bersyarat dengan sejalannya perintah mereka dengan ajaran-ajaran Allah dan Rasul-Nya. (Perhatikan Firman Allah dalam QS 4:59). Menerima ketetapan Rasul saw. dengan penuh kesadaran dan kerelaan tanpa sedikit pun rasa enggan dan pembangkangan, baik pada saat ditetapkannya hukum maupun setelah itu, merupakan syarat keabsahan iman seseorang, demikian Allah bersumpah dalam Al-Quran Surah Al-Nisa’ ayat 65.

Read more…

POLIGAMI SUNNAH ATAU SYAHWAT?

February 19, 2010 2 comments

Nyatanya, sepanjang hayatnya, Nabi lebih lama bermonogami daripada berpoligami. Bayangkan, monogami dilakukan Nabi di tengah masyarakat yang menganggap poligami adalah lumrah. Rumah tangga Nabi SAW bersama istri tunggalnya, Khadijah binti Khuwalid RA, berlangsung selama 28 tahun. Baru kemudian, dua tahun sepeninggal Khadijah, Nabi berpoligami. Itu pun dijalani hanya sekitar delapan tahun dari sisa hidup beliau. Dari kalkulasi ini, sebenarnya tidak beralasan pernyataan “poligami itu sunah”.

UNGKAPAN “poligami itu sunah” sering digunakan sebagai pembenaran poligami.

Read more…

AL-AQSHA DIAMBANG KEHANCURAN

February 1, 2010 1 comment

mesjidil aqshaBagi uniat Islam, masjid Al-Aqsha menyimpan banyak sekali sejarah penting. Yang sudah pasti kita semua ingat adalah bahwa di masjid inilah titik tolak Rasulullah bermiraj ke sidratul muntaha. Subhanallah, dapat dilihat sebuah batu yang di atasnya tercetak dua buah telapak kaki yang diyakini adalah telapak kaki Rasulullah. Di sinilah persisnya Rasulullah menginjakkan kaki sebelum akhirnya meneruskan perjalanan untuk bertemu Allah Swt. dan kemudian mendapatkan perintah shalat lima waktu.

Di kompleks masjid Al-Aqsha terdapat Dome of Rock yang oleh orang Yahudi selalu digambarkan sebagai masjid Al-Aqsha dan dibangun pada tahun 687 M atau lebih lama dari zaman Rasulullah Saw. Di kompleks ini juga terdapat kubah Al-Silsilah yang tak ubahnya seperti miniatur Dome of Rock. Masih di komplek masjid Al-Aqsha, kita juga dapat melihat sebuah bangunan yang disebut masjid Buraq yang terletak 6 meter di bawah permukaan tanah. di tempat inilah Rasul meninggalkan Buraq sebelum akhirnya Masih naik ke sidrotlmuntaha. Al-Aqsha pernah dijadikan gereja ketika muslim kalah dalam perang salib pertama.

Read more…

KESESATAN DAKWAH PENYATUAN AGAMA

January 29, 2010 6 comments

Segala puji hanyalah milik Allah semata. Shalawat dan salam kepada Nabi Muhammad yang tidak ada lagi Nabi setelahnya, kepada keluarga, para sahabat dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik hingga hari pembalasan.

Amma ba’du:

Al Lajnah Ad Daimah lil Buhuts Al ‘Ilmiyyah wal Ifta’ (Komisi Fatwa di Saudi Arabia, pen) telah disodorkan beberapa pertanyaan mengenai permasalah yang tersebar di berbagai negeri yaitu dakwah penyatuan agama: Islam, Yahudi dan Nashrani. Dari pemikiran ini muncul pendapat tentang bolehnya membangun masjid kaum muslimin, gereja Nashrani dan tempat ibadah Yahudi dalam satu area secara bergandengan. Dakwah penyatuan agama ini juga membolehkan penerbitan tiga kitab (berisi Al Quran, Taurat dan Injil) sekaligus dalam satu cover. Masih banyak dampak dari dakwah ini dengan adanya perkumpulan dan berbagai pertemuan di belahan dunia barat dan timur.

Pertama: Di antara keyakinan pokok dalam Islam yang sudah pasti diketahui dan telah disepakati oleh seluruh (ulama) kaum muslimin (baca: ijma’) bahwa tidak ada di muka bumi ini agama yang paling benar selain agama Islam. Agama ini adalah penutup seluruh agama. Agama ini menghapus seluruh ajaran agama-agama sebelumnya. Tidak lagi tersisa di muka bumi yang menyembah Allah dengan benar selain agama Islam. Allah Ta’ala berfirman,

إِنَّ الدِّينَ عِنْدَ اللَّهِ الْإِسْلَامُ

Sesungguhnya agama (yang diridhai) disisi Allah hanyalah Islam.” (QS. Ali Imron: 19)

Read more…

BAHAYA PLURALISME AGAMA

January 23, 2010 8 comments

plurarismeBersamaan meninggalnya Gus Dur (mantan Presiden RI ke-4,isu pluralisme kembali menjadi perbincangan. Selama beberapa hari hampir semua media cetak menjadikan pluralisrne sebagai berita utama, baik dikaitkan dengan sosok Gusdur maupun tidak. Isu pluralisme mencuat terutama setelah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menjuluki GUS Dur sebagai “Bapak Pluralisme” yang patut menjadi teladan bagi seluruh bangsa. (Antara.co.id,31/122/2009)

Mantan Ketua  Majelis Permusyawaratan  Rakyat Amien Rais pun menilai Gus Dur sebagai ikon pluralisme (Kompas.com, 2/1/2010).

Kalangan liberal tak ketinggalan. Salah seorang aktivisnya, Zuhairi Misrawi, menulis bahwa dalam rangka memberikan penghormatan terhadap Gus Dur sebagaimana dilakukan oleh Presiden Yudhoyono, akan sangat baik jika MUI Mencabut kembali fatwa pengharaman terhadap pluralisme (Kompos.com, 4/1/2010).

Sejumlah kalangan pun menilai penting untuk memelihara nilai-nilai pluralisme pasta Gus Dur Mantan Wakil Presien Jusuf Kalla (J K), misalnya, mengharapkan semangat kebersamaan dan pluralisme yang selalu dikobarkan Gus Dur tetap terjaga (Detik.com, 30/12/2009)

Read more…

KEMUNGKINAN ISRA MI’RAJ SECARA RASIONAL

January 4, 2010 Leave a comment

isra' mi'rajDALAM bagian ini saya akan menyajikan sebuah diskusi oleh teolog besar Muslim abad ke dua belas, Fakhr al-Din al-Rani, tentang kemungkinan terjadinya perialanan isra dan ml’raj Nabi Muhammad secara rasional. At-Rani, dalam tafsirnya Mafdtih al-Ghayb, mengatakan bahwa tujuan penyajiannya adalah untuk menetapkan kemungkinan kejadian tersebut menurut akal (fi itsbat al-jawaz al-aql fi al-wuqu). Untuk itu la berusaha dalam pembicaraannya nanti memberikan berbagai argumentasi rasional untuk mendukung tesis tersebut dengan dalil-dalil ilmiah (menurut ukuran saat itu), yang meliputi dalil-dalil matematika, fisika, kosmologi, biologi, logika dan metafisika. Tapi dalam sajian sekarang ini, karena terbatasnya waktu, saya akan menyajikan sebagiannya saja. Menurut al-Rani, ahli tafsir berbeda-beda pendapat tentang apakah Nabi berisra’ dengan jasadnya atau dengan ruhnya. Menurut kesaksiannya, sebagian besar umat Islam (pada saat itu) berpendapat bahwa Nabi berisra’ (mi’ra’) dengan jasadnya, sedangkan sebagian kecil mengatakan dengan ruh saja. Muhammad b. Jarir al-Thabari, dalam tafsirnya yang terkenal, berpendapat bahwa peristiwa itu terjadi dalam sebuah mimpi atau lebih tepat “vision” (semacam perialanan mistik) yang tidak mengharuskan pencampakan jasad. Pendapat ini didukung oleh hadits yang diriwayatkan oleh’A'isyah dari Mu’awiyah. Read more…

Syurga Bukan Milik Manusia

January 2, 2010 4 comments

Taman IndahAl Qur’an surat Al Ashr. Allah subhanahu wata’ala berfirman:

وَالْعَصْرِ (1) إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ (2) إِلَّا الَّذِينَ آَمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ (3)

“Demi masa, sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam keadaan merugi (celaka), kecuali orang-orang yang beriman, beramal shalih, saling menasehati dalam kebenaran, dan saling menasehati dalam kesabaran.” (Al ‘Ashr: 1-3) Read more…

Antara Do`a dan Taqdir

December 22, 2009 Leave a comment

Ada tiga golongan atau tiga pendirian mengenai antara Taqdir dan do’a. Bagi kelompok perlama, di mana Tuhan telah menentukan segala sesuatu yang akan terjadi di dunia ini, kita tidak bisa berbuat lain kecuali menyerahkan semua diri sepenuhnya kepada Tuhan. Kita mengerjakan sesuatu karena Tuhan memerintahkannya. Terhadap pertanyaan apakah kita perlu berdo’a, mereka menjawab “perlu” karena Tuhan telah menyuruh kita untuk berdo`a. sejauh itu mereka tidak menanyakan apakah do’a itu akan mengubah taqdir tuhan atau tidak. Read more…

Categories: Arikel Islam Tags: , , , ,

Nama-Nama Surah Fatihah

December 19, 2009 Leave a comment

Menurut kitab Khazanatul-Asrar karanganal-Ustadz Muhammad Hakky an-Nazily, Surah al-Fatihah ini mempunyai 30 nama. Nama-nama itu ada yang diambil dari berbagai hadis Nabi mengenai al-Fatihah dan ada pula nama yang ditetapkan oleh para Sahabat dan Tabi’in. Nama-nama tersebut adalah:

1. AL-FATIHAH ATAU FA-MATUL-KITAB

Artinya: ialah Pembuka atau Pembuka Kitab. Dan nama ini terdapat di dalam banyak hadist

Read more…

Keistimewaan Surat Al-Fatihah

December 18, 2009 Leave a comment

Kitab Suci Al-Qur’an adalah kesimpulan dari semua Kitab-Kitab Suci yang pernah diturunkan Allah Kepada Nabi-Nabi dan Rosul-Rosul sebelum Nabi Muhammad SAW.

Al-Qur’an terdiri dari atas 114 Surah, terbagi ke dalam 6236 ayat, seluruh ayat tersebut disimpulkan dalam satu surah yang pendek dan terdiri dari 7 ayat saja, yaitu Surah Al-Fatihah. Oleh sebab itulah Surat ini dinamai oleh Allah SWT Surah Al-Fatihah (pembuka), atau UMMUL KITAB (Induk Kitab). Dan itu pulalah sebabnya kenapa surah ini dibaca di setiap raka’at sholat, baik sholat wajib ataupun sholat-sholat sunnah lainnya, dan tidak sah sholatnya jika surat yang satu ini tidak dibaca.

Adapn Keistimewaan Surah Al-Fatihah Menurut beberapa Hadits adalah sebagai berikut:

1. PALING BESAR (A’ZHAM)

Diriwayatkan oleh Imam Ahmad Bin Muhammad Bin Hanbal r.a. bahwa Abu Said Al-Ma’alli r.a. berkata:

“Aku sedang dalam shalat, lalu dipanggil oleh Rosulullah SAW, maka aku tak dapat menyahut. sesudah aku selesai sholat, aku datangi beliau, Rosulullah berkata: Kenapa engkau tidak segera mendatangiku? aku menjawab: karena aku sedang sholatya Rosulullah. Berkata Rosulullah: Bukankah Allah sudah berfirman: Hai orang-orang yang beriman, sahutilah semua seruan Allah dan Rosul-Nya bila menyeru kamu kepada apa yang menghidupkan kamu, Kemudian beliau berkata: Aku akan mengajarkan kepadamu sebesar-besar surah di dalam Al-Qur’an sebelum engkau keluar dari mesjid ini. Ketika Rosulullah akan keluar dari mesjid, beliau memegang tanganku, lalu aku berkata: Ya Rosulullah, engkau mengatakan akan mengajarkan kepadaku sebesar-besarnya surah dalam Al-Qur’an. Berkata Rosulullah: Ya, ialah Al-hamdulillahi Rabbil ‘alamiin (dan seterusnya), ialah 7 ayat yang berulang-ulang, dan itulah Al-Qur’an Al-’Azhim yang telah disampaikan kepadaku.”

2. TIDAK PERNAH DI TURUNKAN DALAM KITAB LAINNYA

Dari Imam Malik bahwa Rosulullah SAW memanggil Ubay bin Ka’ab ketika dia dalam bershalat di dalam mesjid. Sesudah selesai sholat, Ubay mendatangi Rosulullah, lalu Rosulullah memegang tangan Ubay, lalu bersama-sama keluar dari mesjid dan berkata: Aku ingin engkau jangan keluar dari mesjid ini sebelum mengetahui satu surah yang tak pernah diturunkan dalam Inzil, Taurat yang dapat menyamainya. Berkata Ubay: lalu aku perlambat jalanku, lalu berkata kepada Rosulullah: Surah apakah yang Engkau janjikan tadi itu Ya Rosulullah? Lalu Rosulullah Membaca. “Alhamdulillahi Rabbil ‘alamiin” dan seterusnya.  Dia berkata: inilah surah itu yaitu 7 ayat yang berulang ulang dan dialah Al-Qur’an Al-Azhim yang telah disampaikan kepadaku”

3.  HANYA KEPADA ROSULULLAH SAW DITURUNKAN

HADITS diriwayatkan oleh An-Nasa’i dan Muslim:

“Pada suatu hari Rosulullah SAW dduk bersama Jibril, tiba-tiba Rosulullah mendengar suatu bunyi dari atas, lalu Jibril menoleh ke atas, kemudian berkata: “Itu sebuah pintu sudah terbuka sebelum ini”. dari pintu itu turun satu malaikat, yang langstung menuju kepada Rasulullah, dan berkata: “Bergembiralah engkau (Muhammad) mendapat dua cabaya. yang aku bawakan ini, yang tak pernah kedua cahaya ini diberikan kepada Nabi yang mana pun sebelum engkau, kedua cabaya itu ialab Fatibatul-Kitab dan beberapa ayat di akhir Surab al-Bagarab, setiap huruf engkau baca dari keduanya pasti engkau mendapatkannya.

4.  LANGSUNG MENDAPAT JAWABAN DARI ALLAH

Siapa yang membaca Surah al-Fatihah, setiap ayat yang dibaca itu langsung dijawab oleh Allah. Diriwayatkan oleh Muslim dari Abu Hurairah r.a., katanya:

“Kami berada di belakang imim (bershalat) maka berkatalah Imam itu kepadaku: “Bacalah al- Fatibab dalam hatimu, karma aku telah mendengar Rasulullah s.a.w. mengatakan:  Telab berkata Allah Azza-wa jalla: Aku bagi shalat (di sini maksudnva ialab al-Fatibah) antaraKu dan hambaKu menjadi dua bagian (Maksudn.ya: seperdua lagi untuk hambaKu), dan lagi hambaKu apa yang mereka minla. Apabila hambaKu itu berkata: “Alhamdulillahi Robbil ‘alamin“, Allahmenjawab: ”Hambaku memujiku”, dan hambaKu menyanjungKu. Dan apanila hambaku berkata: “Maaliki Yawmiddiin”, Allab menjauyab: hambaKu memuliakanKu”, dan apabila bambaKu berkata “iyyaka na’budu wa iyyaka nasta’in”, Allab menjawab: ini seperdua untukKu dan seperdua miltik bambaKu, bagi hanbaKu, apa yang ia minta, dan apabila hambaKu berkata: “Ihdinash sbiraathal musiaatqiin, shiaathal ladzina anamta ‘alaihim, gbairil maghduubi alaihin waladbdbaaliin”, Allah menjawab: “ini semua untuk hambaku, dan bagi hambaku apa yang ia minta.

5.  AMAN DARI SEGALA BAHAYA

Dari Annas berkata: “bersabda Rosulullah SAW: Bila Engkau baca Al-Fatihah  dan Qul Huwallohu Ahad maka amanlah engkau dari segala sesuatu, kecuali dari maut”

6. SEBAGI OBAT (MANTERA)

“Pada suatu hari kamibersama-sama dalam perjalanan bermalam di suatu dusun. Datang pada kami seorang budak peremptan dan berkata: “Sesungguhnya kepala desa ini sakit dan tak seorangpun di antara kami yang dapat mengobatinya, adakah di antara tuan-tuan yang dapat mengobatinya?” Salab seorang dari rombongan kami berdiri dan mengikuti budak tadi. Kami tidak mengira yang ia dapat menjadi dukun. Si sakit itu lalu dimantrainya dan sembuh. Kepadanya diberi hadiah 3O ekoi kambing dan kepada kami Disuguhkan susu. Ketika ia kembali kami bertanya: “Apakah engkau membolebkan mantera, dan apakab engkau tukang mantera? “Ia menjawab: “Tidak. Saya bukan tkang matera, tetapi kami hanya membacakan Ummul-Kitab (al-Fatihah). Kami katakan: “Keiadian ini jangan dikabarkan kepada Siapa pun, sebelun kita tanyakan kepada Rasidullab s.a.w. lebih dahulu..”Sesudah kami sampai di kota Madinah, kami datangi Rasulullah s.a.w., dan kami cerilakan kejadian itu. Rosulullah lalu berkata: “Siapa tahu bahwa surah ini (Al‑Fatihah) adalah mantera (obat) bagilah hadiah itu dan Berikan saya sebagian darinya.”

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.