Archive

Archive for the ‘Kisah Teladan’ Category

DERITA GAZA PALESTINA

January 31, 2010 4 comments

Anak PalestinaMenderita, memprihatinkan, memilikan dan menyedihkan. itulah gambaran anak-anak kecil yang hidup di jalur Gaza Palestina setelah PBB menghentikan distribusi bantuan makanan bagi rakyat Palestina dengan alasan kekurangan bahan bakar. banyak rakyat Palestina yang kelaparan dan bahkan baru-baru ini dikabarkan bahwa beberapa keluarga harus bertahan hidup dengan mengkonsumsi rumput yang berada di sekitar mereka.

UNRWA, sebuah badan PBB yang menangani distribusi makanan untuk rakyat Palestina tidak dapat berbuat banyak ketika kendaraan mereka yang mengangkut kebtuhan pangan rakyat kehabisan bahan bakar. Akibatnya, lebih dari 80% penduduk Gaza mengalami kesulitan mendapatan bahan makana   yang sebagian adalah anak-anak di bawah umur. Cris Gunness, juru bicara UNRWA, mengatakan bahwa bantuan kepada 650.000 orang harus dihentikan untuk sementara waktu.

Bantuan dari negara-negara Arab yang mayoritas beragama Islam sampai saat ini tidak terdengar. Mesir justru menutup perbatasannya. Tindakan ini dapat menghambat penyaluran bantuan untuk rakyat palestina. lebih menyedihkan lagi, ada orang arab yang beragama islam akan membeli pemain sepak bola asal Spanyol bernama Fernando Torres atau lebih dikenal dengan nama El-Nino dengan tawaran yang fantastis yaitu Rp. 2,2 Trilyun! sebuah Nilai yang sangat menyakitkan untuk rakyat Palestina yang sedang menderita.

SEMOGA SEMUA MUSLIM DI PALESTINA DIBERIKAN KESABARAN YANG LEBIH DAN TETAP BERSEMANGAT UNTUK TETAP BERJUANG DI JALAN ALLOH, SAYA DI SINI,  TIDAK DAPAT MEMBATU SECARA LANGSUNG SAUDARAKU MUSLIM PALESTINA.. SAYA HANYA BISA  BERDO’A DENGAN IKHLAS UNTUKMU PALESTINA. INSYA ALLOH BAGI PEJUANG MUSLIM PALESTINA YANG TELAH SYAHID, ALLOH TELAH SIAPKAN SYURGA YANG INDAH.

SEMOGA ALLOH MENGUTUK DI DUNIA SERTA AKHIRAT, BAGI ORANG-ORANG YANG BEKERJASAMA SECARA LANGSUNG ATAUPUN TIDAK LANGSUNG UNTUK MENGHACURKAN PALESTINA… MIIN YAAA ALLOH YA ROBBAL ALAMIIN

Amr bin ‘As

December 22, 2009 Leave a comment

Amr bin As adalah sahabat Rasulullah yang besar, utusan kepada raja-raja dan salah seorang Jenderal kaum Muslimin. Pada masa Jahiliyah beliau menjadi saudagar yang kaya raya mempunyai hubungan dagang dengan negeri Syam, Yaman, Habsyah dan

Mesir.

Pernah menjadi wakil Quraisy kepada raja Najasyi untuk menyuruh pulang orang-orang Islam yang hijrah ke Habsyah dan pernah pula bertempur melawan Rasulullah pada setiap peperangan sebelum beliau memeluk Islam. Setelah rasa keinsyafan merasuk ke dalam sanubari beliau, berangkatlah beliau bersama Khalid bin Walid ke Madinah akan memeluk Islam. Rasulullah menyambut kedatangan sahabat baru itu dengan sangat gembira serta memaafkan permusuhan mereka yang lama terhadap Nabi dan Agama Islam.

Read more…

Kholid bin Walid

December 20, 2009 Leave a comment

SEBELUM ISLAM DAN SESUDAHNYA

Beliau adalah pemuda Quraisy yang termashur perwira dan gagah berani pada masa sebelum ia memeluk agama Islam dan sesudahnya. Acapkali beliau bersekutu dengan. Quraisy dalam memerangi Nabi di beberapa medan perang. Bahkan kemenangan Quraisy dalam perang Uhud adalah karena keperwiraan Khalid.

Pada tahun kedelapan Hijrah barulah terbuka hati beliau kepada Islam. Bersama-sama dengan Amr bin ‘As beliau datang ke Madinah mencemplungkan diri ke dalam Islam dan meninggalkan Quraisy dalam   keniusyrikan.  Besar   sekali  kegembiraan Rasulullah menyambut kedatangan Khalid sebagai anggota Umat Islam, karena beliau kenal betul keistimewaan Khalid dan keunggulannya dalam siasat perang sehingga dia memperoleh “Saifullahil Maslul” (Pedang Allah yang terhunus).

Read more…

Kenalilah Dengan Dengan siapa Kamu berteman

December 19, 2009 Leave a comment

Alqamah bin Lubaid menasehati anaknya,

Anakku, jika jiwamu pada suatu hari membisikkanmu untuk berteman dengan orang-orang karena kau membutuhkan  mereka, maka bertemanlah dengan orang yang apabila engkau berteman dengannya, ia akan membuatmu menawan, bila engkau bergegas mendekatinya, ia akan melindungimu, apabila cobaan menimpamu, ia meringankan bebanmu; apabila engkau berkata, ia membenarkan kata-katamu; apabila engkau menggandengnya ia menggandengmu lebih erat. Bertemanlah dengan orang yang apabila engkau mengulurkan tanganmu untuk memberi, ia pun mengulurkan tangannya; apabila ia melihat kebaikan darimu, ia Memandangnya; apabila tampak darimu suatu kekurangan, ia menutupinya, Bertemanlah dengan orang yang tidak akan mendatangkan kejahatan bagimu, tidak bersebrangan denganmu, dan tidak pula merendahkanmu saat menghadapi kenyataan

Categories: Kisah Teladan Tags:

Tariq bin Ziad

December 19, 2009 Leave a comment

PENAKLUK SPANYOL

DI NEGERI BARBAR

Pada masa UsMan bin Affan dan Muawiah sampailah Agama Islam ke tanah Barbar, Tripoli, Marokko, Tunis dan Aljazair. Penduduknya berbondong-bondong masuk Islam. Pernuda-pemuda banyak yang menceburkan diri menjadi ke dalam kalangan tentara Islam dan mereka menjadi opsir-opsir tinggi.

Khalifah Walid bin Abdul Malik dari Daulah Umaiyah mengangkat Musa bin Nasir menjadi Gubernur dan jenderal tentara Islam di negeri Barbar ini. Banyak peperangan yang dilakukan dengan tentara RUM yang memperoleh kemenangan yang gemilang.  Diantara opsir tinggi yang mashr dewasa itu tersebutlah nama Tariq bin Ziad dan Tarif bin Malik

Read more…

Harun Ar-Rasyid

December 19, 2009 Leave a comment

170-193 H. 786-809 M.

DAULAH ABBASIAH

Daulah Umaiyah memerintah dalam masa 90 tahun. Sesudah itu berubah keadaan Daulah Umaiyah dibenci kaum Muslimin karena keganasan setengah pemegang tampuk khalifah dan para Gubernur. Bani Hasyim mengadakan pemberontakan kepada Marwan khalifah

Daulah Umaiyah yang terakhir. Pemberontakan itu mendapat sokongan dari kaum Muslimin yang mengakibatkan terbunuh Marwan dan putuslah Daulah Umaiyah. Lalu Bani Hasyim membentuk pemerintahan barn yang dinamakan Daulah Abbasiah mengambil nama Abbas bin Abdul Muttalib    paman Nabi Muhammad s.a.w. karena mereka adalah turunan Abbas itu.

Read more…

Takut Riya

December 18, 2009 Leave a comment

Fudhail menuturkan bahwa ayahnya, Fudhail membuat kesepakatan dengan Ibnu al-Mubarak untuk bertemu di depan pintu “Bani Syaibah” (Salah satu pintu yang ada di Masjidil Haram). Lantas, setelah bertemu, Ibnu al-Mubarak mengajak Fudhail untuk masuk ke dalam masjid, hingga mereka bisa sama-sama belajar. Namun, Fudhail berkata, kalau kita masuk, engkau ingin menyampaikan kepadaku pengetahuan yang tidak aku ketahui dan aku pun akan menyampaikan pengetahuan yang tidak engkau ketahui?” Ibnu Al-Mubarak menjawab, “Benar, memang demikian.” Maka, keduanya pun pergi, dan tidak jadi masuk masjid.

Imam Sulaiman Al-Khithabi berkata, “Al-Fudhail berkata demikian, karena ia tidak suka dengan perbuatan tersebut dan takut riya.”Hal ini seperti kata-kata Fudhail sendiri,”Bagi seorang Alim, bertemu dengan syetan lebih baik baginya, dari pada bertemu dengan orang Alim yang seperti dirinya.”

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.