Home > Kisah Teladan > Harun Ar-Rasyid

Harun Ar-Rasyid


170-193 H. 786-809 M.

DAULAH ABBASIAH

Daulah Umaiyah memerintah dalam masa 90 tahun. Sesudah itu berubah keadaan Daulah Umaiyah dibenci kaum Muslimin karena keganasan setengah pemegang tampuk khalifah dan para Gubernur. Bani Hasyim mengadakan pemberontakan kepada Marwan khalifah

Daulah Umaiyah yang terakhir. Pemberontakan itu mendapat sokongan dari kaum Muslimin yang mengakibatkan terbunuh Marwan dan putuslah Daulah Umaiyah. Lalu Bani Hasyim membentuk pemerintahan barn yang dinamakan Daulah Abbasiah mengambil nama Abbas bin Abdul Muttalib    paman Nabi Muhammad s.a.w. karena mereka adalah turunan Abbas itu.

SEBELUM DAN SESUDAH JADI KHALIFAH

Karena ayahanda beliau menjadi khalifah, lalu ayahnya itu mendidik beliau dengan pendidikan yang tinggi dan melatih beliau dalam urusan kerajaan, dan beberapa kali pula beliau diutus pergi memerangi tanah Rum. Pada saat beliau telah berada di pintu gerbang Constantinopel tunduklah Ratu Irene dari bangsa Rum kepada beliau dengan jalan membayar upeti setiap tahun. Adapun setelah beliau menjadi khalifah maka beliau :

Mengambil kota Bagdad menjadi ibukota khilafah karena kota itu dekat ke negeri Rum. Bagdad beliau bangun dengan hebatnya dan kota itu diperbagus hingga termashurlah seluruh dunia pada masa itu dengan istana-istananya yang cantik,            mesjid-mesjid, madrasah-madrasah, gedung pustaka dan asrama orang-orang lemah dan cacat.

Berktunpullah di kota Bagdad Ulama-Ulama dari berbagai negeri dan pelajar-pelajar dari timur dan Barat. Karena itu majulah ilmu musik, seni suara dan kesusastraan.

Pada masa beliau banyak dikarang kitab-kitab Yunani dan disalin ke dalam bahasa Arab. Semua adalah atas anjuran beliau dengan memberikan hadiah bagi karangan yang terbagus dan gaii bulanan bagi pengarang yang baik. Karena itu berlomba-lomba ahli pengetahuan dan pengarang mengasah ujung penanya.

Beliau adalah naik Haji dan melakukan Peperangan ke negeri Rum berganti tahun. Sesudah Ratu Irene memerintahlah Naqfur. Karena itu Khalifah Harun Ar-Rasyid memerangi dan memaksanya membayar upeti berlipat ganda.

Untuk menguatkan sendi-sendi kekuasaan, beliau memakai memakai tenaga Barmaki, Yaitu suatu Parsi yang yang telah memeluk Islam. Mereka diangkat menjadi menteri-menteri, seperti Yahya Al Bar’naki, dan dua orang puteranya Ja’far dan Fadl. Tetapi akhirnya Ja’far dibunuh; Yahya, Fadl dan lain-lain bangsa Barnaki dipenjarakan, berhubung dengan Pengaruh dan kekuasaan mereka bertambah besar dan mereka berniat melakukan aksi di bawah tanah untuk menggulingkan Harun Ar Rasyid dan kerajaan Arab serta menjelmakan kembali kekuasaan Parsi.

PERHUBUNGAN DENGAN RAJA PERANCIS

Charlemagne raja Prancis mendapat berita tamaddun kota Bagdad dan keagungan khalifah. Karen itu raja itu mengirim utusan-utusan menghadapi khalifah dan membawa hadiah-hadiah yang berharga untuk dipersembahkannya.

Raja-Raja yang meminta kepada khalifah

L Melindungi jemaah haji Kristen yang menjiarahi Baitul Makdis.

2. Membantu memerangi Naqfur (Raja Rum).

Permintaan itu dikabulkan khafifah serta mengutus pula beberapa orang utusan kepada Charlemagne dengan membawa hadiah berupa jam (arloji), gajah dan tenunan Timur. Amat tercengang raja itu melihat jam karena belum pernah melihat sebelumnya itu.

Beliau meninggal dalam satu peperangan pada tahun 192 H. dalam usia 47 tahun, dan memegang kekuasaan selama 23 tahun. Jaman beliau adalah makmur dan bahagia bagi umat Islam.

  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: