Home > Arikel Islam > Syurga Bukan Milik Manusia

Syurga Bukan Milik Manusia


Taman IndahAl Qur’an surat Al Ashr. Allah subhanahu wata’ala berfirman:

وَالْعَصْرِ (1) إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ (2) إِلَّا الَّذِينَ آَمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ (3)

“Demi masa, sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam keadaan merugi (celaka), kecuali orang-orang yang beriman, beramal shalih, saling menasehati dalam kebenaran, dan saling menasehati dalam kesabaran.” (Al ‘Ashr: 1-3)Ayat ini secara gamlang menjelaskan bahwa manusia berada dalam kerugian.. RUGI-RUGI yang Serugi ruginya.. saya akan Gambarkan bahwa kita sebagai manusia berada dalam KERUGIAN…

Allah Berfirman dalam surat As-Sajdah:

يُدَبِّرُ الْأَمْرَ مِنَ السَّمَاءِ إِلَى الْأَرْضِ ثُمَّ يَعْرُجُ إِلَيْهِ فِي يَوْمٍ كَانَ مِقْدَارُهُ أَلْفَ سَنَةٍ مِمَّا تَعُدُّونَ (5)

”Dia mengatur urusan dari langit ke bumi, kemudian (urusan) itu naik kepadaNya dalam satu hari yang kadarnya (lamanya) adalah seribu tahun menurut perhitunganmu” (As Sajdah : 5).

Kemudian Dalam Surat Almu’minun:

112) قالَ كَمْ لَبِثْتُمْ فِي الْأَرْضِ عَدَدَ سِنينَ َ

(113) قالُوا لَبِثْنا يَوْماً أَوْ بَعْضَ يَوْمٍ فَسْئَلِ الْعادِّينَ َ

(114) قالَ إِنْ لَبِثْتُمْ إِلاَّ قَليلاً لَوْ أَنَّكُمْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ

Berkata (Tuhan): Tidaklah lama kamu berdiam di sana, hanya sedikit, kalau kamu ketahui.
”Allah bertanya : ”Berapa tahunkah lamanya kamu tinggal di bumi?” Mereka menjawab : ”Kami tinggal (di bumi) sehari atau setengah hari, maka tanyakanlah kepada orang-orang yang menghitung”. Allah berfirman : ”Kamu tidak tinggal (di bumi) melainkan sebentar saja, kalau kamu sesungguhnya mengetahui”. Maka apakah kamu mengira, bahwa sesungguhnya Kami menciptakan kamu secara main-main (saja), dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami?” (Al Mu’minun :112 – 114).

dalam Ayat Sajdah dijelaskan bahwa 1 Hari Allah dalam mengatur sebuah urusan berarti 1000 hari kita didunia.. artinya 1 hari perhitungan Allah = 1000 hari perhitungan manusia. kita sebagai manusia diberikan usia Oleh Allah paling tidak 63 tahun jika kita memperhatikan usia Nabi Muhammad SAW.

AYO KITA HITUNG KENAPA MANUSIA RUGI…

usia 63 tahun didunia.. berarti 63 tahun dibagi 1000 tahun perhitungan allah = 0,063 hari perhitungan Allah. kalau kita hitung dalam jam berari kurang lebih 1,5 jam. jadi kita hidup di hadapan Allah tidak lebih dari 1,5 jam aja. kemudian apa yang kita lakukan setiap hari dengan ibadah kita? jika kita menghitung jumlah waktu sholat aja : sholat 5 waktu x 10 menit= 25 menit x 63 = 26 jam 25 menit atau satu hari deh.. berarti klo kita kagak ketinggalan sholat selama 63 tahun kita hanya hidup 1 hari aja di hadapan Allah, itu juga klo kita sholat dari kita lahir. bayangkan klo bolong2 sampe sekarang..
trus dengan sholat aja manusia mau masuk surga .???? Mimpi x yeeee…. :p

TAPI.. Jika kita mau Hidup Lebih lama dalam Pandangan Allah.. KITA HURUS MENDAPATKAN LAILATUL QODAR… = 1000 taun dalam pandangan ALLAH… sok buru.. mumpung ini bulannya LaiLATUL QODAR TURUN.. Jangan sampai Kita Hidup hanya 1,5 jam aja di hadapan Allah RUGIIIIIIIIIIIIIIIIIII….

  1. david
    March 7, 2010 at 3:16 am

    lu mesti belajar lebih banyak lagi…. sok pinter banget lu tentang urusan allah… kalau belajar al-qur’an jangan sepotong ayat.. punya sepotong ayat saja lu dah berargumen tentang manusia tidak masuk sorga.. ada ribuan hadits shahih lain yang harus lu pelajari.. mungkin menuerut lu artikel ini biasa saja, tapi hal ini akan mematikan motivasi hamba yang ingin bersungguh-sungguh kembali ke jalan allah.. nabi muhammad saja tak pernah meng-klaim demikian, lu kok bisa?? dapet wahyu dimana lu??

    • March 8, 2010 at 6:54 am

      jangan mengomentari judulnya aja atuh kang.. baca selengkapnya…

    • david
      March 10, 2010 at 11:01 pm

      justru karena saya tidak baca judulnya aja, coba saudara tela’ah ulang kutipan saudara pada paraghraf terakhir dan sebelumnya, menurut saya tidak ada seorang pun yang dapat menjamin(menentukan) seorang hamba akan berada di surga/neraka.
      Tulisan saudara pada paragraf yang saya maksud akan membuat klaim bahwa menurut saudara “tidak akan masuk surga seorang hamba jika semasa hidupnya tidak mendapat malam penuh berkah(lailatul qadar)”. apa rasulullah pernah mengajarkan begitu??

  2. March 11, 2010 at 7:05 am

    trimakasih telah mengingatkan…, tapi saya tidak mengatakan “tidak akan masuk surga seorang hamba jika semasa hidupnya tidak mendapat malam penuh berkah(lailatul qadar”. coba baca lagi… tidak ada kata itu dan saya tidak berfikiran seperti itu.. mungkin kang davit yang berfikiran seperti itu.. saya hanya ingin saling mengingatkan saja, apakah pantas seorang hamba Allah mengharapkan syurga? dengan tulisan ini saya hanya bermaksud untuk memotivasi saja..

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: