Home > Arikel Islam > KEMUNGKINAN ISRA MI’RAJ SECARA RASIONAL

KEMUNGKINAN ISRA MI’RAJ SECARA RASIONAL


isra' mi'rajDALAM bagian ini saya akan menyajikan sebuah diskusi oleh teolog besar Muslim abad ke dua belas, Fakhr al-Din al-Rani, tentang kemungkinan terjadinya perialanan isra dan ml’raj Nabi Muhammad secara rasional. At-Rani, dalam tafsirnya Mafdtih al-Ghayb, mengatakan bahwa tujuan penyajiannya adalah untuk menetapkan kemungkinan kejadian tersebut menurut akal (fi itsbat al-jawaz al-aql fi al-wuqu). Untuk itu la berusaha dalam pembicaraannya nanti memberikan berbagai argumentasi rasional untuk mendukung tesis tersebut dengan dalil-dalil ilmiah (menurut ukuran saat itu), yang meliputi dalil-dalil matematika, fisika, kosmologi, biologi, logika dan metafisika. Tapi dalam sajian sekarang ini, karena terbatasnya waktu, saya akan menyajikan sebagiannya saja. Menurut al-Rani, ahli tafsir berbeda-beda pendapat tentang apakah Nabi berisra’ dengan jasadnya atau dengan ruhnya. Menurut kesaksiannya, sebagian besar umat Islam (pada saat itu) berpendapat bahwa Nabi berisra’ (mi’ra’) dengan jasadnya, sedangkan sebagian kecil mengatakan dengan ruh saja. Muhammad b. Jarir al-Thabari, dalam tafsirnya yang terkenal, berpendapat bahwa peristiwa itu terjadi dalam sebuah mimpi atau lebih tepat “vision” (semacam perialanan mistik) yang tidak mengharuskan pencampakan jasad. Pendapat ini didukung oleh hadits yang diriwayatkan oleh’A’isyah dari Mu’awiyah.Seperti disebutkan di atas, diskusi yang akan disajikan al-Rani ini berkenaan dengan penetapan kemungkinan terjadinya peristiwa yang melibatkan gerakan begitu cepat. Yang ingin dicapai dalam diskusi ini adalah pembuktian bahwa gerakan yang begitu cepat dalam peristiwa itu adalah “mungkin dalam dirinya”, dan Allah s.w.t. berkuasa atas segala kemungkinan (al-mumkinat). Kemudian pembuktian bahwa gerakan yang demikian cepat itu adalah “mungkin dalam dirinya” dibagi dalam dua pernyataan. Pernyataan pertama didukung oleh beberapa alasan:

1)      (secara matematis): “Bahwa jagat raya ketika bergerak dari awal sampal akhirnya tidaklah mencapai separuh lingkaran (al-dawr). Dan telah ditetapkan secara matematis bahwa perbandingan satu diameter (al-qatr) dengan sebuah lingkaran (al-dawn) adalah 1:31/7. Itu berarti bahwa perbandingan setengah diameter dengan setengah lingkaran juga 1: 31/7. Demikianlah dikatakan bahwa Rasulullah s.a.w. ketika bermi’raj dari Mekah ke jagat raya hanya bergerak dalam satu diameter. Kalau gerakan sejauh lingkaran tersebut dicapai dalam waktu dengan kadar waktu seperti itu, maka gerakan dalam kadar waktu seperti itu akan lebih bisa di dalam ruang. Ini membuktikan bahwa peristiwa kenaikan dari Mekah ke atas `Arasy dalam waktu 1/3 malam adalah hal yang mungkin dalam dirinya. Dengan begitu, maka pencapaian pada setiap malam terutama dalam waktu adalah sangat mungkin.

2)      Ditetapkan secara matematis bahwa matahari adalah sama dengan kira-kira 160 bola dunia. Kami menyaksikan bahwa perambatan sinar matahari dalam waktu yang singkat sangat cepat. Yang demikian itu menunjukkan bahwa pencapaian gerakan dengan kadar kecepatan seperti di atas bukanlah hal yang mustahil pada dirinya.

3)      seperti kurang mungkinnya menurut akal akan naiknya tubuh kasar dari pusat dunia (markz al-‘alam) ke atas `Arasy, maka demikian juga sulit diterima akal turunnya tubuh spiritual yang halus dari arasy ke pusat dunia. Kalau ada yang mengatakan bahwa mi’rajnya Nabi Mhammad dalam satu malam mustahilmenurut akal, maka demikian juga turunnya malaikat  jibril a.s. dari `Arasy ke Mekah dalam waktu yang singkat juga mustahil, kalau saja kita mau menetapkan ketidakmungkinannya. Tapi yang demikian itu telah kita terima dalam kenabiannya semua Nabi. sedangkan afirmasi mi’raj didasarkan pada penerimaan kemungkinan yang mendasar tentang kenabian. Kalau jibril tidak digambarkan sebagai tubuh yang bergerak dari satu tempat ke yang lainnya, maka maksud turunnya Jibril adalah penembusan dindling (bijab) materi dari ruh Nabi Muhammad, sehingga jelas dalam ruhnya apa yang diungkapkan jibril a.s. dan apa yang disaksikan oleh Nabi. Namun penafsiran wahyu yang seperti ini menurut Al-Razi merupakan pernyataan para filosof, sedangkan orang kebanyakan menetapkan bahwa jibril adalah tubuh dan bahwa turunnya jibril adalah berpindahnya ia dari jagat raya ke Mekah.

4)      Bahwa sebagian ulama agama menerima keberadaan Iblis dan bahwa la melontarkan bisikan (jahat) di hati umat manusia. Mereka juga menerima bahwa Iblis bisa berpindah dengan cepat dari Masyriq ke Maghrib dalam usahanya dalam menyebarkan bisikannya itu di hati manusia. Kalau mereka menerima kemungkinan terjadinya gerakan secepat Itu dalam kaitannya dengan lblis, maka mengapa mereka tidak (bisa) menerima kemungkinan itu dalam kaitannya dengan Nabi-nabi Besar yang lebih pantas untuk itu. Keniscayaan logis itu kuat pada mereka yang menerima bahwa Iblis adalah tubuh yang bergerak dari satu tempat ke tempat yang lainnya.

5)      Al-Qur’an menunjukkan bahwa sebagian orang yang berilmu dari al-Kitab dapat membawa mahkota ratu Balqis dari batas terjauh Yaman ke batas terjauh negeri Syam/Syria dalam sekejap mata. Kalau hal yang demikian itu mungkin pada sebagian manusia, maka jelaslah bahwa yang demikian itu adalah mungkin pada dirinya.

Pernyataan kedua menerangkan bahwa kalau gerakan cepat seperti tersebut di atas “mumkin al-wujud” pada dirinya, maka pencapaian yang seperti itu pada tubuh Nabi Muhammad mestilah tidak mustahil. Dan kami telah menunjukkan, kata al-Rani, dalil

yang terang bahwa tubuh cenderung pada kesempurnaan esensinya. Maka kalau pencapaian gerakan seperti itu pada sebagian tubuh  itu sah/benar, maka kemungkinan tercapainya yang demikian itu pada seluruh tubuh itu merupakan kemestian. Dengan

demikian jelaslah bahwa pencapaian gerakan seperti itu pada jasad Rasulullah adalah mungkin pada dirinya. Dengan demikian maka tetaplah melalui dalil bahwa Pencipta alam berkuasa atas segala yang mungkin dan tetaplah bahwa pencapaian gerakan yang

demikian cepat itu pada tubuh Nabi adalah mungkin, maka niscaya Allah ta’ala berkuasa atasnya.

  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: